Bilapakaian atau taplak terkena noda minyak, segera taburi tepung atau bedak talek. Diamkan selama 10-20 menit. Bersihkan. Kalau nodanya belum hilang juga, ulangi kembali sampai nodanya hilang. Kalau tak mau hilang juga, gosok noda dengan thinner. Hati-hati jangan lakukan hal ini dekat api.
Tapiuntuk kamu yang memikirkan budget, waktu, dan sebagainya, aku punya trik favorit untuk menghilangkan kusut pada pakaian. Caranya dengan menggantung pakaian di kamar mandi, putar shower hingga full ke bagian merah (artinya air panas), pastikan uap air panas itu menjangkau pakaian tapi tidak membasahinya, kemudian tutuplah kamar mandi.
HasilPenelitian menunjukan (1) Metode pembentukan karakter religius yang diterapkan di SDTQ-T An Najah Pondok Pesantren Cindai Alus Martapura. ialah: menekankan pada metode keteladanan, metode
Sebentarlagi umat muslim akan merayakan Idul Fitri atau Lebaran. Namun, pandemi Covid-19 membuat suasana Lebaran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Demikian pula dengan penggunaan dana Tunjangan Hari Raya (THR). Mudik harus ditunda, tidak ada kunjungan ke rumah tetangga dan kerabat dengan baju baru, tidak ada sholat Idul Fitri di masjid dengan
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Trik Agar Baju Tidak Hilang di Pesantren – Dengan hidup atau berada di lingungkan pondok pesantren, tentu saja para santri akan menjumpai banyak masalah. Dan salah satu problem yang sering terjadi di pesantren adalah baju atau pakaian kejadian masalah ini, tentu saja bagi para santri perlu memiliki trik khusus agar baju, pakaian atau barang lainnya tidak hilang maupun hanya tertukar. Lantas apakah Anda sudah tahu tips atau trik agar baju tidak hilang di pondok pesantren?.Trik Agar Baju Tidak Hilang di Pesantren1. Teliti Dalam Menaruh Baju2. Menandai Baju3. Jangan Gunakan Baju Bermerek4. Jaga Keamanan Lemari5. Jemur Baju di Tempat Terlihat6. Hindari Pinjamkan Baju Pada TemanKesimpulanBagi Anda calon santri maupun orang tua santri pastinya butuh sekali trik ini agar nantinya saat sudah berhasil masuk ke pesantren bisa meminimalisir agar masalah atau probelm yang sering terjadi ini bisa terhindar dan tidak buka dan berada di artikel ini maka Anda berada di pilihan yang tepat, karena pada kesempatan kali ini Sekolah Pesantren akan sampaikan beberapa trik agar baju santri di pesantren tidak hilang. Simak beberapa trik di bawah sudah banyak trik atau tips guna bisa cegah kejadian ini terjadi pada santri pondok pesantren. Namun bagi calon santri baru mengetahui hal ini merupakan keharusan agar nantinya baju yang dimiliki tidak hilang di Teliti Dalam Menaruh BajuKehilangan baju di pesantren bisa saja terjadi karena kurang teliti atau lalai dalam manaruhnya. Jadi tips dan trik pertama adalah selalu teliti dalam meletakan baju, baik baju kotor maupun baju wajar mengenai lupa atau salah menaruh, jadi hal penting yang wajib dilakukan adalah selalu teliti dalam peletakan baju. Selain hilang, bisanya dari kejadian salah menaruh adalah tertukar dengan miliki Menandai BajuTrik berikutnya agar baju tidak hilang, para santri ponpes bisa menandai atu beri tanda khusus pada baju. Untuk cara menandai baju agar tidak tertukar atau hilang adalah dengan memberi nama pada baju itu beda dari yang lain, silakan memberi nama atau menandai baju dibagian yang tidak umum. Tidak umum di sini yakni tanda pada baju sudah digunakan oleh santri lain, contoh memberi tanda dibagian lebih unik dan berbeda, Anda bisa memberi nama di baju pada bagian bawah depan namun dibagian sisi dalam agar tidak terlihat namanya. Mungkin ini bisa jadi solusinya agar baju tidak mudah tertukar dan jika tertukar atau hilang maka santri bisa mencari dengan mudah karena hanya santri itu sendiri yang mengetahui letak pemberian nama unik tersebut. Usahakan pemberian tanda pada baju gunakan hal yang Jangan Gunakan Baju BermerekSelain menandai baju agar tidak hilang, trik selanjutnya adalah hindari atau jangan gunakan baju bermerek. Seperti diketahui sendiri jika di pesantren terdapat banyak kasus kehilangan akibat pencurian, apalagi jika barang tersebut untuk meminimalisir hilang baju di pesantren, trik sederhana ini mungkin bisa menjadi pembelajaran. Karena kejahatan tidak bisa melihat kondisi, jadi untuk pencegahan lebih baik gunakan baju yang umum, sederhana dan tidak bisa juga untuk menggunakan baju dan pakaian sesuai dengan ketentuan yang ada peraturan pondok pesantren. Dengan begitu, maka sebagian santri lain yang berniatan untuk mengambil tidak jadi, karena baju dengan tipe tersebut sudah Jaga Keamanan LemariLalu trik berikutnya agar baju tidak hilang adalah dengan menjaga atau menyimpan di lemari. Lantas bagaimana jika sudah ditaruh di lemari tetap saja hilang? Untuk kasus ini tentu ada beberapa trik tambahan, yakni dengan menambah keamanan saja, jika Anda sudah sering kehilangan baju atau barang dilemari meskipun lemari sudah dikunci maka bisa menambahkan sebuah gembok tambahan. Para santri bisa membeli gembok dan memodifikasi atau memasangnya pada lemari yang Jemur Baju di Tempat TerlihatBaju hilang di jemuran? Mungkin jadi salah satu masalah atau problem umum di pesantren. Jika sudah lakukan trik kedua yaitu memberi nama atau menandai baju tetap saja tidak berhasil dan tidak ketemu juga bajunya maka gunakan trik tersebut adalah memastikan saat menjemur baju dan pakaian lain lakukan di tempat jemuran yang terlihat ata terpanpantau. Dengan trik ini, maka Anda bisa melihat siapa yang ambil baju yang dimiliki baik itu sengaja diambil atau hanya tertukar karena teman salah Hindari Pinjamkan Baju Pada TemanSelain beberapa trik di atas, jangan meminjamkan baju atau pakaian lain ke teman juga jadi salah satu solusinya. Karena bisanya ada tindak kejahatan teman yang setelah pinjam barang, tidak dikembalikan atas kejadian ini, para santri agar lebih waspada dalam meminjamkan baju atau barang. Dalam artian bisa meminjamkan barang kepada teman yang sudah dipercaya atau barang tersebut pasti dikemabalikan tambahan saja, dari kejadian tertukar baju dan digunakan oleh teman juga akan berdampak beberapa hal. Seperti misalnya penularan penyakit kulit jika teman memang memiliki riwayat penyakit itu juga akan berdampak dengan munculnya masalah berupa keharmonisan antara pemilik baju dengan teman yang sebelumnya menggunakan baju karena tidak sengaja tertukar saat ambil jemuran.Mungkin seperti itu saja pembahasan dapat sampaikan terkait tios dan trik agar baju tidak hilang di pondok pesantren. Semoga dengan beberapa trik hindari kehilangan pakaian di atas bisa bermanfaat untuk para anak atau santri di pesantren yang sering mengalami hilang maupun tertukarnya baju atau pakaiannya. Dengan trik-trik yang kami berikan di atas, tentu bisa membantu Anda dalam meminimlisir sebuah Gambar Admin Sekolah Pesantren
Keluhan anak di pesantren akan seringnya baju tertukar sebenarnya hanya masalah kecil dan sederhana. Namun karena sifat manja sang anak saat awal mondok, hal ini menjadi sebuah masalah yang besar. Kita sebagai orang tua pun ada baiknya mensiasati bagaimana mambantu anak supaya baju atau pakaian nya tidak tertukar dengan temannya. Meski bajunya sama seperti seragam mungkin rasanya akan berbeda saat dikenakan. Syukur-syukur bila baju yang tertukar masih bagus atau baru dicuci, bagaimana jika yang tertukar baju yang kotor, lusuh atau sudah usang? Pasti menjengkelkan bukan? Seperti pengalaman-pengalaman saya dulu saat mondok. Ada beberapa cara yang saya lakukan supaya baju tidak tertukar, semoga saja cara ini dapat sedikit membantu para santri agar bajunya tidak tertukar. Langsung simak saja uraian dibawah ini sampai habis agar baju anak tidak tertukar di Pesantren. Agar Baju Anak Tidak Tertukar di Pesantren 1. Masukan baju kedalam lemari Sudah pernah saya mengingatkan pada artikel yang sudah saya buatkan sebelumnya yaitu trik agar baju tidak hilang di pesantren. Didalamnya sudah saya singgung agar seorang santri tidak lagi jorok, menyimpan baju yang telah dipakai disimpan disembarang tempat, terutama seragam. Disimpan atau digantungkan diatas, di samping lemari sebenarnya tidak direkomendasikan terutama baju seragam. Karena mungkin teman sebelah lemari kadang mengira baju tersebut miliknya. 2. Punya seragam cadangan Cara selanjutnya agar baju anak tidak tertukar di Pesantren yaitu dengan memiliki baju koko, kemeja atau seragam cadangan. Tidak ada salahnya terutama untuk seragam memiliki dua atau lebih. Karena pakaian ini sangat penting dan sering dipakai. Jadi saat hilang dadakan pun sang anak tidak terlalu panik saat baju hilang atau tertukar. Ia akan memakai baju cadangan sementara. 3. Menandai baju agar tidak tertukar Untuk poin yang ketiga ini silahkan baca artikel saya sebelumnya yang sudah dibuat yaitu cara menandai baju agar tidak hilang. Di artikel tersebut saya sudah menjelaskan panjang lebar bagaimana baju atau pakaian tidak hilang atau tertukar. Tidak hanya saat di pesantren saja, namun saat baju akan di cuci ke laundry. 4. Sedikit berbeda tak mengapa Poin yang keempat agar baju anak tidak tertukar di Pesantren yaitu meski saja pakaianmu telah tertukar lalu setelah mengumumkan di kamar masih tidak ada yang mengakuinya, cara ini bisa dilakukan saja. Meskipun tertukar namun jenis pakaian masih sama, tak jadi masalah yang penting kebermanfaatan nya masih sama. Mungkin suatu saat akan ada yang mencarinya. 5. Desain baju yang sedikit berbeda Mendesain baju khususnya seragam meski sedikit berbeda pun tidak masalah, hal ini dapat mengurangi sedikit resiko akan tertukarnya baju di asrama. Selagi desain baju tidak menyalahi aturan yang ada di pondok, seperti celana pensil, warna baju berbeda dan lain-lain. 6. Beli baju custom Membeli baju custom sama seperti poin yang kelima diatas. Namun poin ini lebih ke baju bebas. Maksudnya jika baju yang disediakan di koperasi pelajar mungkin ada banyak santri yang membeli baju yang sama dan hal ini meningkatkan tertukarnya baju. Jika memungkinkan, silahkan beli baju ditempat yang lain yang tidak ada yang sama jenis bajunya. Namun tetap dengan tidak menyalahi aturan yang berlaku di pondok. Seperti baju yang ramai dengan gambar, kaos partai dan lain-lain. Penutup Nah sobat wakilsantri, mungkin diatas tadi beberapa cara agar baju anak tidak tertukar di Pesantren. Sebenarnya masih banyak cara-cara kreatif dengan mengakali agar pakaian tidak tertukar. Intinya, tertukar nya baju di pesantren bukanlah sebuah masalah yang besar. Kita sebagai santri bagusnya lebih meningkatkan kembali akan kesadaran akan barang-barang pribadi. Silahkan share artikel ini supaya teman asrama mu di pondok juga tau. Jangan lupa tinggalkan komentar dibawah jika ada pertanyaan atau hal yang kurang jelas. Agar baju anak tidak tertukar di Pesantren
Sebenarnya di pembahasan artikel kemarin tentang Trik Agar Baju Tidak Hilang di Pesantren sudah kami lampirkan pada poin keempat yaitu memberi tanda agar baju tidak tertukar dengan teman. Karena menandai baju ini sangat efektif terutama baju seragam yang pastinya warna dan bentuknya yang sama persis karena beli nya pun di tempat yang sama. Maka dari itu perlu kita menandai baju atau barang kita yang lainnya supaya tidak tertukar dengan orang lain atau teman sekamar. Cara ini sering kami terapkan di Pondok, karena kejadian tertukar nya baju apalagi seragam dengan alasan sengaja ataupun tidak, seringkali terjadi. So, apa aja itu cara menandai baju agar tidak tertukar? Langsung aja kita check poin-poinnya dibawah ini Cara menandai baju agar tidak tertukar 1. Menandai di bagian luar kerah Cara menandai baju agar tidak tertukar yang pertama adalah menandainya dibagian luar kerah. Cara pertama ini cukup efektif untuk dicoba supaya baju tidak tertukar atau dipakai orang lain. Karena jika ada yang menggunakannya tanpa izin, akan sangat mudah ditemukan. Untuk menandai baju nya tergantung dengan warna baju yang akan ditandai. Jika warna baju gelap maka menandainya dengan Tipe-X sedangkan jika warna baju atau kemeja putih atau terang, sobat bisa menandainya dengan spidol. Tenang saja, Tipe-X atau spidol ini tidak membuat luntur saat di cuci. Juga jangan menandainya terlalu besar, cukup awalan huruf dari nama kita saja kecil di daerah kerah belakang, atau titik saja. Yang penting jika ada yang menggunakannya kita lebih mudah mengenali baju kita tersebut. 2. Menandai di daerah lengan baju Selain menandai baju dengan spidol atau Tipe-X di daerah kerah baju, kita juga bisa menandainya di daerah lengan, apalagi jika baju tersebut berlengan pendek. Tandai di daerah yang mudah dilihat. 3. Menandai dibawah baju Poin ketiga cara menandai baju agar tidak tertukar jika tidak ingin terlihat, bisa juga menandai nya di daerah bawah baju. Karena setiap baju pasti ada lipatan kecil dibawahnya, kamu bisa menandainya pada daerah tersebut. Atau jika benar-benar hanya ingin menandainya saja supaya tidak terlihat bisa menandainya di daerah dalam baju / dibaliknya. 4. Bikin baju sendiri Cara menandai baju agar tidak tertukar keempat ala wakilsantri adalah dengan membuat baju itu sendiri secara custom namun dengan desain yang sama. Jika seragam mungkin bisa menggunakan bahan yang berbeda. Ketika di Pondok dulu cara ini pernah saya gunakan dan lumayan membuat perbedaan yang kontras dengan seragam teman saya yang lain. Namun perbedaannya mungkin dari segi harga yang lebih mahal. 5. Beli ditempat dan merk yang berbeda Bukannya saya melarang untuk membeli barang dari koprasi Pondok. Karena jika kita membeli di satu tempat pasti akan sama dengan teman yang lain. Terkecuali barang-barang tertentu yang disediakan tempat untuk menamai barang tersebut, seperti tersedia nama, kelas, nama kamar dll. Biasanya buku dan tas. 6. Merajut nama pada baju / celana Terkadang jika kita sudah menandai baju kita tersebut, ada saja orang yang iseng atau jail. O ya jangan lupa juga memberi tanda pada bet atau logo baju, karena pernah ada juga kasus pencurian bet/logo seragam di jemuran. Karena malas membeli logo/bet di koprasi/kedai, pelaku menyayat bet seragam di jemuran dengan silet atau cutter. Maka tindakan menandai logo dengan spidol atau Tipe-X pun perlu dilakukan. Kembali pada poin terakhir cara menandai baju agar tidak tertukar adalah dengan merajut nama pada bagian bawah baju atau daerah pinggang celana. Karena kasus pencurian seragam ini juga pernah dilakukan meski kita sudah menandai baju atau pakaian kita. Dengan WATADOS nya Wajah Tanpa Dosa pencuri tersebut mencoret tanda yang sudah kita buat sebelumnya pada baju dan celana kita. Maka cara terakhir adalah dengan merajut nama kita, kalo celana berarti di bagian pinggang, karena tidak akan terlalu terlihat jelas. Jika baju dan seragam bisa dibawahnya, karena nantikan akan dimasukkan kedalam celana. Simpulan Nah, sobat rekan wakilsantri itulah beberapa ikhtiar kita supaya baju tidak tertukar. Sebenarnya masih banyak ide kreatif lainnya cara menandai baju agar tidak tertukar. Silahkan sobat rekan tambahkan lagi ide kreatif sobat rekan di kolom komentar dibawah ini. Jangan lupa juga jika artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan via media sosial sobat rekan sekalian, supaya lebih banyak yang mengetahui informasi cara menandai baju agar tidak tertukar ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangannya. Jangan sungkan untuk memberikan kritik dan saran pada kami selaku tim Supaya blog atau situs ini semakin lebih baik lagi kedepannya. Akhirul kalam Wassalamu'alaikum.. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!
Hidup di Sebuah Pondok Pesantren bukanlah hal yang mudah, terkadang niat bagus seorang santri untuk menjalani hidup di pesantren demi menimba ilmu agama dan berbakti kepada orang tua ada saja masalah yang akan dihadapi, ya salah satunya sering kali dikeluhkan oleh para santri yaitu sering hilangnya barang dan pakaian miliknya. Para Ustadz dan senior pun sudah sangat sering memberikan tips dan nasehat, namun terkadang para santri lupa atau tidak paham, terutama bagi para santri baru. Permasalahan sering hilangnya pakaian atau barang di pesantren sangat sering dirasakan terutama oleh santri baru, karena perubahan lingkungan dan kondisi hidup dari rumah dimana hanya ada keluarga saja hingga ke pesantren dimana sangat banyak orang didalam satu asrama. Penulis pun dulu adalah seorang santri dan betul-betul memahami dan merasakan apa yang seorang santri rasakan, salah satunya hilangnya baju di pesantren. Maka dari itu penulis akan memberikan Trik agar baju tidak hilang di pesantren. Tapi penulis tidak menjamin trik ini akan 100% berhasil diaplikasikan, bagaimana pun tetap saja akan terjadi kehilangan, setidaknya semoga trik yang akan penulis bagikan, setidaknya dapat meminimalisir hilangnya pakaian atau baju di pesantren dengan versi pengalaman penulis sendiri ketika masa-masa hidup di pesantren. Trik Agar Baju Tidak Hilang di Pesantren 1. Hilangkan rasa malas Trik pertama agar baju tidak hilang di pesantren adalah hilangkan rasa malas, faktor pertama kenapa baju dan barang seorang santri seringkali hilang adalah karena rasa malas. Seorang santri yang malas tentu saja menyimpan baju dan barangnya dimana saja, padahal biasanya setiap santri sudah punya almari atau kotak masing-masing. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menyimpan baju atau pakaian sembarangan. Ketika dia lupa menyimpan baju lalu hilang, dengan mudahnya dia akan menyalahkan teman sekamarnya, padahal dia sendirilah yang jorok atau asal menyimpan barang dan pakaiannya dimana saja. Kita beri contoh, santri yang malas akan menunda-nunda pakaian kotornya untuk di cuci, padatnya aktivitas di pesantren bukan menjadi sebuah alasan menunda pakaian kotor untuk dicuci. Ketika seorang santri menumpuk pakaian kotor nya di ember atau atas lemari pasti akan hilang, entah tertukar dengan pakaian teman atau terbuang oleh santri yang sedang piket. Dan itulah kenapa baju sering hilang di pesantren, bukan karena pesantrennya tapi karena santri itu sendiri yang malas dalam mengurus barang-barangnya. 2. Kunci atau gembok lemari Setiap santri disebuah pondok pesantren pasti memiliki kotak atau lemarinya masing-masing, entah itu telah disediakan oleh pihak pondok maupun membawanya dari rumah. Terpenting sebuah lemari adalah salah satu tempat terpenting bagi para santri untuk menyimpan barang dan pakaian seperti buku, peralatan mandi, tempat makan dan lain lain. Maka dari itu trik agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan membeli kunci atau gembok lemari, supaya ketika kamu telah memasukan barang barang terpenting dilemari, temanmu tidah mudah begitu saja mengambil atau meminjam barangmu seenaknya tanpa meminta izin darimu terlebih dahulu. Namun perlu diingat pula, ketika kita mengunci atau menggembok almari, jangan lupa juga menyimpan kunci dengan aman. Entah dibawa kemanapun hendak pergi atau disimpan ditempat yang hanya diketahui oleh mu. Atau biasanya jika benar-benar tidak ingin hilang, biasanya akan digantungkan dileher seperti sebuah ID Card, namun biasanya ini hanya dilakukan oleh para santri baru, karena ribet rasanya kemana-mana dengan membawa kunci lemari. Tapi tips ini sangat membantu agar isi dalam lemari kita tetap terjaga dan aman. 3. Miliki barang yang berbeda Trik yang ketiga agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan memiliki barang yang berbeda atau memiliki ciri khas yang unik saat dikenakan. Tersedianya barang-barang kebutuhan di Koperasi tentu akan membuat barang yang dimiliki oleh setiap santri akan sama. Seperti contohnya cangkir, piring atau handuk bahkan peci. Untuk meminimalisir agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan cara memiliki barang yang berbeda namun kegunaannya tetap sama, simpanlah dengan contoh sendal, semua memakai sendal dan membelinya ditempat yang sama, tentu ini akan membuat kamu kebingungan saat hendak keluar dari kamar atau masjid, karena semua sendal yang kamu gunakan sama, bayangkan ribuan santri mengenakan sendal dan merk yang sama. Nah, untuk mengantisipasi problem diatas, saya sarankan supaya kamu membeli sendal atau barang-barang yang model atau tipenya berbeda, bisa itu menitipkannya kepada orang tua jika hendak menjenguk mu atau membelinya dari luar. Seperti seragam, semua santri pasti berseragam yang sama, caranya kamu bisa membuat seragam yang sama namun dengan bahan yang berbeda, tentu warna dan desainya harus sama persis dengan seragam yang diwajibkan dari Pondok itu sendiri namun dengan bahan yang berbeda, supaya suatu saat ada yang mengenakan seragam mu, kamu bisa langsung mengenali bahwa itu seragam milikmu. Karena hanya kamu satu-satunya yang memiliki bahan seragam bahan custom yang seperti itu. 4. Memberi tanda Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, seragam, peci dan jas mungkin adalah barang yang setiap santri wajib dimiliki, dan Trik agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan memberinya dengan tanda. Tanda ini tidak harus terlihat mencolok namun tetap harus terlihat. Kita kasih contoh peci, ada beberapa pesantren yang diwajibkan kepada para santri untuk mengenakan peci yang sama saat hendak ke masjid atau menghadiri acara. Caranya jika suatu saat kita kehilangan peci, kita dengan mudah menemukan peci kita tersebut, biasanya santri akan memberi tanda untuk peci atau kopeah songkok hitam diatasnya menggunakan tipe-x atau spidol jika seragam putih. Atau jika memang benar-benar ingin berbeda namun harus tetap sama kopeah songkok hitam misalnya ada santri yang memangkas peci dibagian bawahnya. Sejenis, kurang nyaman namun ampuh dari betakkan teman. 5. Sedikit pelit Trik yang kelima agar baju tidak hilang di pesantren kali ini hanya dilakukan jika sebelumnya temanmu telah meminjam barangmu namun dia tidak amanah, alias tidak mengembalikannya kembali. Tidak mengapa kamu meminjamkannya kembali barangmu jika memang dia amanah atau mengembalikannya kembali pada mu dengan utuh, jangan terlalu pelit karena kalau kamu terlalu pelit, suatu saat jika kamu membutuhkan barang dari temanmu akan sulit untuk meminjamnya. Kesimpulannya trik agar baju tidak hilang di pesantren yang satu ini tergantung kembali lagi kepada siapa yang ingin meminjam barangmu. Apakah dia seseorang yang amanah, yang slalu mengembalikan barang mu, atau dia yang jorok karena setiap meminjam barang atau baju darimu tidak pernah dikembalikan. 6. Jemuran Ya saya pernah merasakan menjemur pakaian lalu saya lupa mengangkatnya, jadi saya menyarankan supaya ketika kamu telah mencuci pakaian lalu menjemurnya, buatlah catatan berapa baju yang sedang dijemur hari itu. Sebenarnya menghitung bajumu tidak hanya saat menjemur pakaian saja, hitung berapa jumlah keseluruhan pakaian yang kamu miliki atau bawa dari rumah. Dan catat siapa yang meminjam buku, pakaian bahkan uangmu, rajin-rajinlah. Kesibukan mu dengan aktifitas yang padat di pesantren tidak membuat mu mengingat banyak hal. Terlihat sepele namun hal-hal diatas sangatlah penting. 7. Tawakal Trik agar baju tidak hilang di pesantren yang terakhir ini adalah tawakal. Tawakal yang artinya berserah diri kepada Allah. Setelah kamu berusaha sebaik mungkin agar barang, baju atau pakaian bahkan uangmu tidak hilang di pesantren adalah dengan tawakal. Let's say, karena niatmu hidup di pesantren adalah niat yang baik, tentu syaithon sangat tidak menyukai, maka dari itu kamu pasti di uji dengan masalah yang ada saja. Hilangnya pakaian bukanlah masalah yang besar, berapa banyak orang diluar sana yang telah kehilangan iman dan amal. Kehilangan motivasi dan tujuan hidup yang jelas. Mereka tidak tau untuk apa mereka hidup. Kamu yang sudah atau sedang tinggal di pesantren banyak-banyaklah bersyukur. Karena diluar sana pun ada orang yang begitu ingin merasakan hidup di sebuah pesantren namun terkendala oleh biaya. Simpulan Nah, ikhwah sekalian.. mungkin itu dia tadi 7 trik agar baju tidak hilang di pesantren dari saya dan menurut pengalaman pribadi saya ketika saya hidup di pesantren dulu, semoga bermanfaat dan dapat menjadi solusi bagi kamu yang sedang mondok atau hendak mondok mungkin.. Atau jika ada yang ingin menambahkan silakan tulis di kolom komentar dibawah ini. Silakan share kepada saudara atau teman dan jangan lupa untuk subscribe atau berlangganan di blog wakilsantri ini supaya kami lebih bersemangat dalam menulis artikel seputar dunia Kepesantrenan dan membaca artikel kami yang lainnya. Wassalam..
trik agar baju tidak hilang di pesantren